35 Pola Grafik Candlestick di Pasar Saham

Akademi Mas Irfan | Candlestick digunakan untuk mengidentifikasi pola perdagangan yang membantu analis teknis mengatur perdagangan. Pola candlestick ini digunakan untuk memprediksi arah pergerakan harga di masa depan. Pola Candlestick dibentuk dengan mengelompokkan dua Candlestick atau lebih dengan cara tertentu. Terkadang sinyal kuat juga bisa diberikan hanya dengan satu candlestick.

35 Jenis Pola Candlestick

Hammer Bullish Harami Dark cloud cover Shooting Star Rising Three Methods
Piercing Pattern Tweezer Bottom Bearish Engulfing Tweezer Top Upside Tasuki Gap
Bullish Engulfing Inverted Hammer The Evening Star Three Outside Down Downside Tasuki Gap
The Morning Star Three Outside Up Three Black Crows Bearish Counterattack Mat-Hold
Three White Soldiers On-Neck Pattern Black Marubozu Doji Rising Window
White Marubozu Bullish Counterattack Three Inside Down Spinning Top Falling Window
Three Inside Up Hanging man Bearish Harami Falling Three Methods High Wave

Bagaimana Cara Membaca Grafik Candlestick? Grafik candlestick berasal dari Jepang lebih dari 100 tahun sebelum Barat mengembangkan grafik batang dan grafik titik dan angka. Pada tahun 1700-an, seorang pria Jepang yang dikenal sebagai Homma menemukan bahwa karena ada hubungan antara harga dan penawaran dan permintaan beras, pasar juga sangat dipengaruhi oleh emosi para pedagang.

Grafik candlestick harian menunjukkan harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan sekuritas untuk hari itu. Bagian lebar atau persegi panjang candlestick disebut “tubuh nyata (real body)” yang menunjukkan hubungan antara harga pembukaan dan penutupan.

Real body ini menunjukkan kisaran harga antara pembukaan dan penutupan perdagangan hari itu.

Ketika real body terisi, hitam atau merah maka itu berarti close lebih rendah dari open dan dikenal sebagai candle bearish. Ini menunjukkan bahwa harga dibuka, beruang mendorong harga turun dan ditutup lebih rendah dari harga pembukaan.

Jika real body sebenarnya kosong, putih atau hijau, maka itu berarti penutupan lebih tinggi dari pembukaan yang dikenal sebagai candle bullish. Ini menunjukkan bahwa harga dibuka, kenaikan mendorong harga naik dan ditutup lebih tinggi dari harga pembukaan.

Garis vertikal tipis di atas dan di bawah tubuh real body dikenal sebagai sumbu (wicks) atau bayangan (shadows) yang mewakili harga tinggi dan rendah dari sesi perdagangan.

Bayangan atas (upper shadow) menunjukkan harga tinggi dan bayangan bawah menunjukkan harga rendah yang dicapai selama sesi perdagangan.

Sebelum kita mempelajari tentang grafik candlestick yang berbeda, ada beberapa asumsi yang perlu diingat yang khusus untuk grafik candlestick.

  1. Kekuatan diwakili oleh candle bullish atau hijau dan kelemahan oleh candle bearish atau merah. Seseorang harus memastikan bahwa setiap kali mereka membeli itu adalah hari candle hijau dan kapan pun mereka menjual, pastikan itu adalah hari candle merah.
  2. Definisi buku teks tentang suatu pola menyatakan kriteria tertentu, tetapi orang harus menyatakan bahwa mungkin ada sedikit variasi pada pola tersebut tergantung pada kondisi pasar tertentu.
  3. Seseorang harus mencari tren sebelumnya. Jika Anda melihat pola pembalikan bullish, maka tren sebelumnya harus bearish dan jika Anda mencari pola pembalikan bearish maka tren sebelumnya harus bullish.

35 Jenis Pola Candlestick. Pola candlestick dapat dibagi menjadi:

  1. Pola Lanjutan (Continuation Patterns)
  2. Pola Pembalikan Bullish (Bullish Reversal Patterns)
  3. Pola Pembalikan Bearish (Bearish Reversal Patterns)

Di bawah ini adalah daftar 35 Jenis Pola Candlestick yang termasuk dalam kategori di atas:

Pola Candlestick Pembalikan Bullish (Bullish Reversal Patterns). Pola candlestick Bullish Reversal menunjukkan bahwa tren turun yang sedang berlangsung akan berbalik menjadi tren naik.

Dengan demikian, para pedagang harus berhati-hati tentang posisi short mereka ketika pola grafik candlestick bullish reversal terbentuk.

Di bawah ini adalah berbagai jenis pola candlestick bullish reversal:

Pertama, Hammer. Hammer adalah pola kandil tunggal yang terbentuk di akhir tren turun dan menandakan pembalikan naik. Real body sebenarnya dari candle ini kecil dan terletak di bagian atas dengan bayangan (shadow) yang lebih rendah yang seharusnya lebih dari dua kali real body aslinya. Pola grafik candlestick ini tidak memiliki atau sedikit bayangan atas (upper shadow).

Psikologi di balik formasi candle ini adalah harga dibuka, dan penjual menekan harga. Tiba-tiba pembeli datang ke pasar dan mendorong harga naik dan menutup sesi perdagangan lebih dari harga pembukaan.

Hal ini mengakibatkan terbentuknya pola bullish dan menandakan bahwa pembeli kembali ke pasar dan downtrend mungkin berakhir. Trader dapat memasuki posisi long (long position) jika hari berikutnya candle bullish terbentuk dan dapat menempatkan stop-loss di titik terendah Hammer.

Di bawah ini adalah contoh pola candlestick Hammer:

Kedua, Pola Piercing (Piercing Pattern). Pola piercing adalah pola grafik candlestick berganda yang terbentuk setelah tren turun yang menunjukkan pembalikan naik.

Dua candle membentuknya, candle pertama adalah candle bearish yang mengindikasikan kelanjutan dari downtrend. Candle kedua adalah candle bullish yang membuka celah ke bawah tetapi menutup lebih dari 50% dari real body asli candle sebelumnya, yang menunjukkan bahwa banteng (bulls) kembali ke pasar dan pembalikan naik akan terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.